Dokumen ini diterjemahkan dari website: CSS Working Group. Dokumen ini mungkin mengandung kesalahan. Dokumen resmi berbahasa Inggris dapat dilihat di:
|
Halaman W3C Style mengandung elemen <blink>. <blink> bukan elemen HTML tetapi halaman itu valid menurut beberapa validator HTML. Kok bisa?
Malahan, halaman itu valid secara sintaksis, karena elemen tersebut dinyatakan di dalam dokumen. Sepanjang elemen-elemennya dinyatakan secara benar, halaman tersebut valid menurut SGML/XML.
Tetapi halaman itu tidak valid secara semantik. Halaman itu adalah sebuah dokumen SGML, tetapi bukan halaman HTML. Tidak ada standar resmi yang mendefinisikan <blink>.
Halaman W3C Style memakai elemen non-standar sebagai lelucon. Kalau Anda tahu sejarah CSS, Anda mungkin ingat bahwa salah tujuan CSS adalah mencegah setiap browser mengarang sendiri-sendiri elemen-elemen tak standar semacam <blink>.
Teknisnya, menambah elemen-elemen tak standar dilakukan dengan menulis sebuah "DTD suai" dan memasukkannya ke dalam baris pertama dokumen (baris DOCTYPE). DTD suai bisa dibuat salah satunya dengan menyalin HTML4 DTD dan memodifikasinya.
Jangan lakukan ini! Dokumen harus memiliki arti sekaligus sintaksis yang benar. SGML dan XML hanya mendefinisikan sintaksis. HTML dan XHTML mendefinisikan arti. Kalau Anda menambahkan elemen-elemen yang tidak didefinisikan oleh standar, yang tahu artinya cuma Anda. Bahkan 20 atau 50 ke depan, Anda sendiri juga mungkin akan lupa...
Eksperimen boleh-boleh saja, misalnya mencari format Web masa depan. Tapi selain itu jangan pernah memakai elemen yang sudah dipatenkan.
Bert Bos, W3C Style Activity Lead
Webmaster
Last updated: $Date: 2009/11/09 14:51:47 $ GMT